Apa itu Fisika Kuantum
Dalam dunia fisika terdapat dua pandangan
yaitu, fisika klasik (Newtonian), dan fisika modern (Fisika Quantum). Fisika
Newtonian mengkonsentrasikan pikirannya kepada benda solid (yang bisa dilihat
sehari-hari). Sedangkan fisika Quantum ialah memulai observasinya pada
benda-benda yang sangat kecil, yang lebih kecil dari pada atom, yang tidak
dapat dilihat oleh mata. Dari macam-macam penelitian, di temukan hal yang
menarik yaitu ternyata segala yang terdapat di dunia ini bukan berasal dari
benda padat melainkan berasal dari ruang hampa, yang berupa energi yang tidak
tampak dan bergetar. Karena kita berasal dari quanta juga, kitapun bisa
menciptakan realitas yang kita mau. sebab yang berlaku atas kesuksesan kita contonya
tidak hanya berasal dari teori atau kerja keras kita, tetapi juga berasal dari
diri sendiri kita (tepatnya dari olah fikir, positif feeling, positif thinking
dan doa).
Teori Kuantum Max Planck
Fisika kuantum adalah studi tentang
perilaku materi dan energi pada molekul, atom, nuklir, dan juga tingkat
mikroskopis bahkan lebih kecil. "Quantum" berasal dari bahasa Latin
yang artinya "berapa banyak." Hal ini mengacu pada unit diskrit
materi dan energi yang diprediksi oleh dan juga diamati dalam fisika kuantum.
Fisika kuantum terkadang disebut mekanika kuantum atau disebut teori medan
kuantum. Fisika Quantum mengkaji blok bangunan alam semesta; ilmu yang
memaparkan bagaimana keseluruhan di dunia ini bisa hadir sebagai kenyataan. Hal
ini menyangkut benda-benda yang sangat kecil yang membentuk dunia secara
keseluruhan. semuanya yang kita lihat
bukanlah benda padat seperti yang kita lihat. Setiap benda padat terdiri dari
beberapa molekul dan molekul-molekul itu terdiri dari atom-atom. Jadi ini
berarti lengan atau kursi yang diduduki
sekarang ialah terdiri dari atom-atom yang sangat kecil yang tidak bisa pandang
dengan mata telanjang. Atom-atom yang
dikatakan sebagai benda terkecil ternyata terdiri lagi dari partikel sub
atom, yang tidak mempunyai kepadatan sama sekali. Mereka pada hakekatnya,ialah
kumpulan atau gelombang-grelombang informasi dan konsentrasi energi. Jadi
tangan atau kursi yang diduduki
merupakan energi dan informasi. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa seluruh
dunia fisik dimana kita berada termasuk
diri kita sendiri ialah terdiri dari bukan apa-apa kecuali dari energi yang
bergetar pada frekuensi yang berbeda. Fenomena ini mencipatakan sebuah illusi
yang membuat persepsi yang seolah-olah benda padat itu seperti kenyataan, padahal sebenarnya tidak. Jadi
apakah yang membedakan antara satu benda
dengan benda yang lainnya ?. Yang membedakan ialah perbedaan frekuensi dari masing-masing yang bergetar. Hal ini
sulit untuk diterima, tetapi bagaimanapun ini merupakan kebenaran..
Fisika Kuantum merupakan Ilmu Fisika yang mengkaji
tentang Gelombang Elektromagnetik (GEM) dengan menghitung kecepatan cahaya 186,000 mill per detik. Methoda normal untuk
menghitung kecepatan relativitas dengan
mengambil gelombang suara sebagai contohnya.
Gelombang suara bergerak pada kecepatan 1088 ft/per detik. Apabila anda
bergerak pada kecepatan 1000 ft. /detik dan juga sebuah gelombang suara juga
bergerak dengan arah yang sama, maka anda akan mengamati gelombang itu bergerak
dengan kecepatan 88 ft/detik. Begitu juga, untuk seorang pengamat yang bergerak
dengan kecepatan 1088 ft/detik, kecepatan gelombang suara itu yang teramati
ialah nihil. Jika bergerak dengan arah berlawanan, maka anda akan menambahkan selisih
kedua kecepatan itu apabila menghitung dengan cara Fisika Newtonian klasik.
Hipotesis Max Planck : “radiant energi atau
(energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, melainkan
terdiri dari potongan-potongan yang disebut dengan quanta”. Pada tahun 1900 Max
Planck ialah seorang ahli Fisika memperkenalkan teori Kuantum ang menjelaskan
dalam teorinya ialah bahwa pada materi, energi terjadi pada satu satuan materi
dan terukur maka dipastikan pula bahwa semua bentuk materi akan memancarkan
ataupun menyerap energi dalam satuan yang disebut dengan Kuanta (Quantum). Albert
Einstein mengemukakan teorinya bahwa tidak hanya energi saja yang terukur
tetapi juga radiasi juga terukur.
Pada tahun 1905, Albert Einstein juga menjelaskan
efek fotoelektrik dengan menyimpulkan bahwa energi cahaya datang dalam bentuk
kuanta yang disebut juga dengan foton. Pada tahun 1913, Niels Bohr juga menjelaskan
garis spektrum dari atom hidrogen, lagi dengan memakai kuantisasi. Pada tahun
1924, Louis de Broglie juga memberikan teorinya tentang gelombang benda.
Teori-teori di atas tadi, meskipun sukses, tetapi juga sangat
fenomenologikal, tidak ada penjelasan
yang gamblang untuk kuantisasi. Mereka
dikenal dengan teori kuantum lama. Istilah
"Fisika kuantum" pertama kali dipakai oleh Johnston dalam
tulisannya Planck's Universe in Light of Modern Physics atau (Alam Planck Dalam
Cahaya Fisika Modern).
0 Response to "Pengertian Fisika Kuantum, Apa Itu Fisika Kuantum?"
Posting Komentar