Produksi adalah setiap kegiatan yang
ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas,
produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditujukan untuk menciptakan
atau menambah ‘nilai’ guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Dengan demikian, tidak semua kegiatan/ proses produksi adalah berupa
perubahan bentuk suatu barang.
Perbedaan Barang Dan Jasa
Nilai-nilai barang dan jasa dibedakan
menjadi :
Nilai Penggungaan Subjektif atau guna ialah
kesanggupab barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusia.
Nilai Penggunaan Objektif yaitu arti yang
diberikan seseorang kepada suatu barang atau jasa tertentu untuk memuaskan
kebutuhannya.
Menciptakan dan atau menambah nilai guna
suatu barang dapat ditempuh melalui:
Mengubah suatu bentuk barang menjadi barang
baru (kegunaan bentuk/ form utility)
Memindahkan suatu barang dari suatu tempat
ke tempat lain (kegunaan tempat/ place utility)
Mengatur
waktu penggunaan suatu
barang (kegunaan waktu/time
utility)
Menciptakan suatu jasa (kegunaan jasa/
service utility)
Barang-barang yang dihasilkan dalam suatu
proses produksi dapat dibedakan menjadi:
Barang konsumsi, yakni barang-barang yang
langsung dapat memuaskan pemakai (konsumen)
Barang Produksi, yakni barang-barang yang
disengaja diproduksi untuk proses produksi selanjutnya atau untuk menghasilkan
barang-barang lain.
Perbedaan antara barang produksi dan barang
konsumsi tidak selalu jelas. Hal ini dikarenakan pada kondisi tertentu suatu
barang dapat digolongkan sebagai barang konsumsi, tetapi disaat lain justru
digolongkan sebagai barang produksi.
Barang dan jasa akan terus mengalir, namun
untuk memenuhi kebutuhan akan kedua hal itu akan selalu mempunyai batas. Hal
ini dikarenakan proses produksi memerlukan sumber-sumber ekonomi, dan dari
sebagian sumber-sumber ekonomi yang tersedia selalu terbatas jumlahnya.
Mansfield mengungkapkan sumber daya adalah
materi/ bahan atau jasa yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang atau
jasa-jasa yang dapat digunakan untuk memuaskan berbagai keinginan manusia.
Seluruh sumber daya yang keberadaannya langka disebut sebagai sumber daya
ekonomi tidak peduli sekaya apapun suatu masyarakat, dia tetap saja memiliki
keterbatasan jumlah sumber dayanya. Menurut Melotte dan Moore, sumber daya ekonomi
merupakan sumber-sumber atau faktor-faktor produksi yang bersifat langka yang
digunakan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan seoptimal mungkin.
John Jacson dan Campbell R. McConnell
mengelompokkan faktor produksi ke dalam empat kategori: land, capital, labour,
dan entrepreneurial ability atau enterprise.
1. Land (Sumber Daya Alam)Jacson dan McConnell berpendapat,
land atau alam berkaitan dengan seluruh sumber daya yang
bersifat alami –semua yang sudah tersedia di bumi yang dapat digunakan dalam
proses produksi. Tanah, air, matahari, hutan, mineral, dan minyak bumi termasuk
primary faktor (faktor utama) bagi produksi di samping tenaga kerja. Seluruh
sumber daya alam merupakan faktor produksi asli karena sudah tersedia dengan
sendirinya tanpa harus diminta oleh manusia.
Pengertian dan Tujuan Konsumsi
2. Capital (Modal)
Jackson dan McConnell menyatakan, modal
atau barang-barang investasi berkaitan dengan keselutuhan bahan dan alat yang
dilibatkan dalam proses produksi seperti alat (perkakas), mesin, perlengkapan,
pabrik, gudang, pengangkutan, dan fasilitas distribusi yang digunakan
memproduksi barang dan jasa bagi konsumen akhir.
Mansfield berpendapat senada, kapital
berhubungan dengan bangunan, peralatan, persediaan, dan sumber daya produksi
lainnya yang memberikan kontribusi pada aktivitas produksi, pemasaran, dan pendistribusian
barang-barang.Modal tidak hanya terbatas pada uang tetapi lebih mengarah pada
keseluruhan kolektivitas atau akumulasi
barang-barang modal yang oleh Jackson dan McConnell disebut sebagai investasi.
Investasi hanya bisa terwujud jika ada tabungan masyarakat. Kegiatan ini akan
sangat sulit dilakukan bila tingkat pendapatan masyarakat rendah.
3. Labour (Tenaga Kerja)
Menurut Spencer, tenaga kerja merupakan
istilah yang luas yang digunakan para ahli ekonomi yang menunjuk pada bakat
mental yang dimiliki laki-laki maupun perempuan yang dapat digunakan untuk
memproduksi barang dan jasa.
Ahli ekonomi Marxisme, Mao Ze Dong,
memandang tenaga kerja dalam proses produksi merupakan unsur yang paling
mendasar. Pengetahuan yang dimiliki seseorang akan banyak bergantung pada
aktivitas yang dilakukan orang tersebut dalam proses produksi. Singkatnya,
keterlibatan dalam produksi merupakan sumber utama pengetahuan
seseorang.Sebagai salah satu faktor produksi, tenaga kerja dapat digolongkan:
Tenaga kerja terdidik (skilled labour),
yaitu golongan tenaga kerja yang telah mengikuti jenis dan jenjang pendidikan
tertentu,
Tenaga kerja terlatih (trained labour),
yaitu golongan tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki
pengalaman tertentu,
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak
terlatih (unskilled labour), yaitu golongan tenaga kerja yang menangani
pekerjaan yang tidak memiliki keahlian khusus.
4. Entrepreneurial ability (kewirausahaan)
Wirausaha walaupun sama-sama merupakan
human resources seperti labour, namun dalam pembahasan faktor produksi
dipisahkan karena dalam diri seorang wirausaha terdapat seperangkat
bakat.(www.google.faktor produksi.com di akses pada 4 Desember 2011)
Proses
produksi memerlukan pula
pengenalan terhadap jenis
barang yang diproduksi, jenis barang produksi dapat
dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:
Bahan Mentah adalah, zat atau benda dari
mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat
sesuatu.
Barang setengah jadi, adalah barang yang
digunakan sebagai bahan masukkan produksi barang lain. Suatu perusahaan dapat
membuat selanjutnya menggunakan barang setengah jadi, atau membuat selanjutnya
menjual, atau membeli barang setengah jadi atau diubah sampai tak dikenali.
Barang jadi yaitu, barang yang langsung
dikonsumsi dan bukan dipergunakan untuk produksi barang lain.
Manajemen,Pengertian,Tingkatan dan Definisi Manajemen menurut Para Ahli
0 Response to "Pengertian Barang Produksi, Apa Itu Produksi?"
Posting Komentar