Bukti dan Fakta Sejarah.
Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia
Bukti peninggalan sejarah adalah sumber
penulisan sejarah. Fakta merupakan hasil dari seleksi data yang terpilih. Fakta
sejarah ada yang berbentuk benda konkret, misalnya, patung, candi, perkakas
yang sering disebut dengan artefak.
Fakta yang berdimensi sosial disebut dengan
sociofact,yaitu berupa jaringan interaksi antarmanusia, sedangkan fakta yang
bersifat abstrak berupa keyakiinan dan kepercayaan disebut mentifact.
Bukti dan fakta sejarah bisa diketahui
melalui sumber primer dan sumber
sekunder.
Artefak.
Artefak merupakan semua benda baik secara
keseluruhan atau sebagian hasil garapan tangan manusia, contohnya, patung, candi,
dan perkakas.
Peralatan-peralatan yang dihasilkannya dapat
menggaambarkan tingkat kehidupan masyarakat pada saat itu (sudah mempunyai akal
dan budaya yang cukup tinggi), bahkan bisa juga meggambarkan suasana alam, status
sosial, pikiran, dan kepercayaan para penciptanya dari suatu masyarakat, hal
inilah yang perlu dicermati oleh paara sejarawan.
Fakta sosial.
Pengertian Peta menurut para ahli, Syarat-Syarat Peta
Fakta sosial merupakan fakta sejarah yang
berdimensi sosial, yakni kondisi yang mampu menggambarkan tentang keadaan
sosial, suaasana zaman dan system kemasyarakatan, misalnya interaksi (hubungan)
antarmanusia, contoh pakaiian adat, atau pakaian kebesaran raja.
Jadi fakta sosial berkenaan dengan kehiidupan
suatu masyarakat, kelompok masyarakat atau suatu negara yang menumbuhkan
hubungan sosial yang harmonis juga komunikasi sosial yang terjaga baik.
Fakta sosial sebagai bukti sosial yang muncul
di liingkungan masyarakat mampu memunculkan suatu peristiwa atau kejadian.
Masyarakat pembuat logam memunculkan ciri sosial yang maju, berintegritas, dan
juga mengenal teknik. Di balik itu mereka mempunyai tradisi animisme atau
dinamisme melalui benda hasil garapannya, bahkan apabila kita teliti dengan
saksama masyarakat tersebut sudaah mengenal persawahan dan hidup dengan ciri
gotong royong.
Fakta mental.
Fakta mental adalah kondisi yang dapat
menggambarkan suasana pikiran, perasaan batin, kerohanian dan juga sikap yang
mendasari suatu karya cipta. Jadi fakta mental bertalian dengan perilaku,
ataupun tindaakan moral manusia yang mampu menentukan baik buruknya kehidupan
manusia, masyarakat, dan juga negara. Peristiwa yang terjadi pada masa lampau bisa
memengaruhi mental kehidupan pada masa kini bahkan ke masa depan.
Fakta mental erat hubungannya antara periistiwa
yang terjadi dengan batin manusia, sebab perkembangan batin pada suatu
masyarakat bisa mencetuskan munculnya suatu peristiwa (ingat peristiwa bom atom
di kota Nagasaki dan juga Hirosima di Jepang yang menyisakan perubahan watak
dan rasa takut, itu sebaabnya Jepang memelopori kampanye anti bom atom).
Fakta mental adalah fakta yang sifatnya
abstrak atau kondisi yang menggambarkan alam pikiran, kepercayaan atau sikap,
misalnya kepercaayaan keyakinan dan kepercayaan benda yang melambangkan nenek
moyang dan beenda upacara, contohnya nekara perunggu di Pejeng (Bali), untuk
dipuja.
Akan tetapi ada artefak yang juga
menunjukkan fakta sosial dan ciri fakta mental, contoh kapak perunggu atau bejaana
perunggu adalah artefak yang merupakan fakta konkret, tetapi jika dilihat dari
hiasannya bisa berfungsi sebagai fakta sosial, dan jika menempatkan kapak
perunggu dan bejana perunggu sebagai sistem kepercayaan maaka disebut fakta
mental.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial
0 Response to "Bukti dan Fakta-Fakta Sejarah."
Posting Komentar